Minggu, 26 Oktober 2014

Pemutus Daya



4.2 Pemutus Daya
Fungsi : menutup dan membuka rangkaian dengan baik, dalam keadaan tidak berbeban maupun berbeban, dan dapat memutuskan arus hubung singkat secara otomatis dengan baik.
Pemutus daya (PD) harus dapat menyalurkan arus beban penuh untuk waktu yang lama tanpa menyebabkan pemanasan yang berlebihan, dan harus mampu menahan arus gangguan untuk waktu tertentu maupun menahan akibat-akibat bunga api dan gaya-gaya elektromagnetis.
4.2.1 Jenis Pemutus Daya
Berdasarkan cara pemadaman busur api dan medium yang digunakan dalam Pemutus daya :
  1. PD dengan minyak volume besar (bulk-oil)
  2. PD minyak kecil (low oil/small oil CB)
  3. PD semburan udara (air blast-CB)
  4. PD dengan SF6
  5. PD hampa udara
1.  PD minyak kecil (low oil/small oil CB)
1.       Fungsi minyak disini adalah sebagai bahan isolasi antara bagian-bagian yang bertegangan dengan tanki atau tanah, dan memadamkan busur api.
2.       Keuntungan :
3.       Tangki tertutup dan tidak terpengaruh udara luar
4.       Minyak adalah isolasi yang baik
5.       Kerugian :
6.       Dapat meledak dan terbakar
7.       Memerlukan pemeliharaan periodik
8.       Ukuran relatif besar
2. PD minyak kecil (low oil/small oil CB)
Fungsi minyak disini hanya sebagai pemadam busur api. Minyak ditempatkan dalam suatu tabung bersama dengan alat kontak sehingga tidak memerlukan ruangan/volume yang besar, menhemat minyak dan ruangan. Kemungkinan kebakaran sangat kecil.
Kerugian :
Memerlukan pemelirahaan yang sering, setiap kali bekerja maka volume minyak berkurang.
3. PD semburan udara (air blast-CB)
Pemadaman busur api dilakukan dengan semburan udara pada tekanan tinggi, sehingga dapat mencegah timbulnya bunga api yang terus menerus.
PD ini bebas resiko kebakaran, dan pemeliharaannya ringan. Namun demikian PD ini terpengaruh atmosfir, dan memerlukan peralatan untuk udara tekan, dan suaranya cukup keras.
4. PD dengan SF6
Sebagai bahan isolasi dan pemadam busur api disini dipergunakan SF6.
Keuntungan :
Kekuatan dielektrik 2x udara
Tidak beracun, tidak terbakar
Kemampuan memadamkan busur api lebih baik dari minyak
Tidak membahyakan manusia
Pemelirahaan kecil
Kerugian :
Lebih mahal dari minyak
Perlu instalasi tambahan untuk SF6
5. PD hampa udara
Udara pada tahanan rendah atau vakum mempunyai kekuatan dielektrik yang tinggi.
Keuntungan :
Suara-suara tidak keras
Pemeliharaan sedikit
4.2.2 Besaran-besaran dari PD (rating)
  1. Rating tegangan
  2. Rating arus normal
  3. Rating pemutusan arus hubung singkat
  4. Rating arus sesaat
  5. Rating arus empat detik
  6. Rating arus penyambungan (making current)
  7. Rating pemutusan arus pengisian saluran
  8. Rating kapasitas pemutus daya
  9. Rating waktu pemutusan
  10. Rating urutan operasi
  11. Rating frekuensi
  12. Rating tingkat isolasi
1. Rating tegangan
Rating tegangan PD adalah tegangan maksimum sistem dimana PD dirancang. Standar IEC untuk tegangan diatas 72,5 kV : 100, 123, 145, 170, 245, 300, 362, 420, 525, 765 kV. Standar ini didasarkan atas operasi pada ketinggian 1000 m atau kurang. Bila PD dioperasikan pada ketinggian lebih besar dari 1000 m diatas permukaan laut kama tegangan operasi harus dikalikan dengan faktor koreksi tegangan dalam tabel dibawah ini, oleh karena makin tinggi suatu tempat kerapatan udara relatif semakin turun sehingga tegangan flash-over juga menurun.
2. Rating arus normal
Rating arus normal adalah harga arus efektif yang mampu dialirkan melalui PD secara terus menerus, tanpa melampaui temperatur yang diperkenankan. Standar rating arus normal PD yang direkomendasi oleh IEC adalah 400, 630, 900, 1250, 1600, 2000, 2500, 3150, 4000, 5000, 6300 Amp.
3. Rating pemutus arus hubung singkat
Rating pemutus arus hubung singkat dinyatakan dalam dua besaran, yaitu besaran :
Rms dari komponen arus bolak balik
Presentasi komponen arus searah
Nilai rms komponen a.b.b menurut standar IEC adalah sebagai berikut : 6,3 ; 8; 10; 12,5; 20; 25; 31,5; 40; 50; 63; 80; 100 dalam kA.
Komponen arus searah tergantung pada waktu pemutusan, dan dinyatakan dalam persen arus rating a.b.b. Presentasi dari komponen a.b.b ini dapt ditentukan dari gambar dibawah ini (gambar 3.5)
4. Rating arus sesaat
Rating arus sesaat adalah harga arus total terbesar (bolak balik dan searah) yang dapat dilakukan PD dengan aman selama satu detik atau kurang, yang besarnya adalah 1.73 kali arus hubung singkat komponen a.b.b. Karena redaman yang cukup besar, maka sering diambil faktor perkalian 1.6 dan bukan 1.73.
5. Rating arus empat detik
Rating arus empat detik adalah harga arus total terbesar (bolak balik dan searah) yang mampu ditahan oleh PD selama sampai dengan 4 detik. Pada umumnya rating arus 4 detik ini diambil sama dengan arus pemutusan (bolak-balik)
6. Rating arus penyambungan (making current)
Besarnya rating arus penyambungan menurut IEC adalah 2,5 kali harga rating arus pemutusan hubung singkat (komponen bolak-balik), atau [
7. Rating pemutusan arus pengisian saluran
(line charging breaking current)
Rating pemutusan arus pengisian saluran adalah harga terbesar arus pengisian saluran yang mampu diputuskan dengan aman.
Arus pengisian adalah kapasitif dan relatif sukar untuk diputuskan.
8. Rating kapasitas pemutusan daya
Rating kapasitas pemutusan pemutusan daya adalah: daya terbesar yang dapat diputuskan oleh pemutus daya dengan aman pada rating tegangannya.
Rating ini tidak boleh dilampaui oleh daya hubung singkat. Misalnya arus hubung singkat terbesar yang mengalir melalui pemutus daya (pada waktu pemutusan) adalah I, dan V adalah tegangan fasa ke fasa, maka kapasitas minimum dari PD yang dipakai adalah f.VI, dimana f=faktor pengali karena adanya pengaruh komponen arus searah. Pengaruh
9. Rating waktu pemutusan
Waktu pemutusan ialah jumlah dari waktu buka kontak dan waktu berlangsungnya busur api. Waktu buka kontak adalah jangka waktu mulai dari ......?nya kumparan pembuka sampai terbukanya kontak PD waktu itu sering dinyatakan dalam cycle atau detik.
Pada saat PD terbaik mempunyai waktu pemutusan 2-3 cycle.
10. Rating urutan operasi
Urutan operasi ini adalah operasi sehubungan dengan operasi PD yang dilengkapi dengan auto-recloser. Penguna recloser adalah pada sistem yang mengalami gangguan tidak permanen, yaitu pada jaringan hantaran udara. Untuk keperluan pemutusan tersebut, suatu PD mempunyai rating urutan operasi yang menurut IEC ada dua alternatif, yaitu :
Gambar 10.1
(10.1) 0 – t – C0 – t’ – C0
Dimana 0=operasi terbuka
C0=operasi penutupan yang dapat segera diikuti dengan operasi pemutusan tanpa selang waktu
t,t’=selang waktu antara dua operasi yang berurutan
t=0,3 detik, untuk PD operasi cepat
t=3 menit untuk PD operasi lambat
t’=3 menit
Gambar 10.2
(10.2) operasi : C0 – t’’ – C0
Dimana t’’=15 detik
11. Rating frekuensi
Rating frekuensi menunjukkan frekuensi daya dari PD tersebut dirancang, oleh IEC direkomendasikan 50 dan 60 Hz.
12. Rating tingkat isolasi
Tingkat isolasi PD didasarkan pada tegangan lebih yang mingkin terjadi, yaitu tegangan lebih kilat, t.1 switching dan t.1 frekuensi daya. Isolasi terhadap t1 kilat dinyatakan dalam tegangan impuls kilat, yang nilainya dipengaruhi oleh pentanahan sistem. Bila sistem tidak diketanahkan secara efektif tingkat isolasinya dapat dikurangi. Tingkat isolasi terhadap t1 switching dinyatakan dalam tegangan ketanahan impuls switching. IEC menetapkan tegangan ketanahan impuls switching untuk PD dalam dua harga, yaitu untuk terminal ke tanah, dan antara terminal PD.
Tegangan ketanahan impuls switching ini juga tergantung pada pentanahan sistem. Tabel-tabel dibawah ini adalah standard tingkat isolasi yang direkomendasikan oleh IEC : tabel 4.1 dan tabel 4.2
4.2.3 Pemilihan kemampuan pemutusan arus h.s
Untuk ini perlu ditentukan a.h.s maksimum ditempat PD. Yang mudah dihitung adalah arus simetris mula-mula, dan dari besaran ini diturunkan nilai-nilai arus h.s lainnya.
Pada umumnya a.h.s terbesar adalah untuk h.s tiga fasa, kecuali beberapa macam h.s lainnya yang nilai a.h.s nya dapat lebih tinggi dari h.s tiga fasa, yaitu hubung singkat.
  1. Fasa ke tanah    : bisa 50%
  2. Fasa ke fasa        : bisa 15%
  3. Fasa-fasa ke tanah          : bisa 25% lebih besar  
4.2.4 Transient Recovery Voltage (TRV) = Restriking Voltage
Gelombang seperti diatas dinyatakan dalam beberapa parameter.
=tegangan referensi=nilai puncak tegangan fasa-netral sitem
=puncak pertama dari tegangan
=puncak tertinggi dari tegangan
=waktu untuk mencapai  V1
= 1.5 x  x  ; untuk sistemyang tidak diketanahkan
     = 1.3 x  x  ; untuk sistem yang ditanahkan dengan efektif.
( =tegangan LL-rms)
= waktu untuk mencapai Vc, dalam ms
RRRV (rate of rise of restriking voltage)=  , untuk gelombang dengan puncak banyak.
RRRV=  , untuk gelombang dengan puncak tunggal. Seperti pada hubung singkat yang  a.h.s kecil
Faktor amplitude =  
Frekuensi natural =  . cyc/sec ;  dalam ms
PEMUTUSAN ARUS HUBUNG SINGKAT
Rangkaian hub singkat biasanya mendekati suatu rangkaian yang mengandung R, L, dan C. Bila PD menutup maka Ihs akan mengalir.
       Bila PD dibuka kontaknya pada i=0 maka pada terminal PD akan mencapai tegangan V, oleh krn itu adanya C pada rangkaian, maka tegangan tidak langsung mencapai V, tapi akan berisolasi disekitar V
       Tegangan antara terminal PD segera setelah kontak konak PD terpisah disebut recovery voltage. Bagian trancient dari recovery voltage disebut Trancient Recovery Voltage atau Restriking Voltage
       Restriking voltage akan berisolasi dengan frekuensi natural bekisar antar 100-10.000 cycle per sekon
       Bentuk dari gelombang  restriking voltage tergantung dari beberapa hal baik intern maupun ekstern PD yaitu :
                intern    : Peralatan pemadam besar api
                ekstern : Konstanta jaringan R, L, C
                                     Surge impedence
                                     Corona
       Kapasitas pemutusan dari PD akan menurun bila frekuensi natural dari system naik sebab waktu untuk mengembalikan dielektrik PD akan berkurang.
       Operasi dari PD yang mengakibatkana tegangan lebih transient disamping arus hub singkat adalah :
       pemutusan trafo daya pada beban nol
       pemutusan jaringan pada beban nol
       switching pada keadaan out of  phase
       arus hub singkat kilometri atau  hub singkat jaringan pendek
PEMUTUSAN TRAFO PADA KEADAAN BEBAN NOL
       Pemutusan arus eksitasi trafo, meskipun kecil, bisa menimbulkan tegangan lebih.
Berikut adalah gambar pemutusan arus eksitasi trafo daya tak berbeban :
Keterangan :
a)      Arus eksitasi diputus, dan sebelum terjadi nol, terjadi arus arus pulsa
b)      Waktu terjadi arus pulsa maka terdapat tegangann diantara terminal PD, dan akhirnya setelah arus eksitasi menjadi nol maka tegangan berosilasi disekitar V system
c)       Bentuk gelombang pada terminal trafo
d)      Gangguan beruntun :
e)      Tegangan lebih akibat pemutusan trafo tak berbeban atau transmisi tak berbeban, dapat mengakibatkan flash over di suatu tempat yang akhirnya dapat mengakibatkan hub singkat penuh.
PEMUTUSAN JARINGAN TRANSMISI TAK BERBEBAN
       Pemutusan jaringan transmisi atau kabel dalam keadaan tak berbeban, sama dengan pemutusan suatu kapasitor.
Berikut adalah gambar jaringan tak berbeban :
Restriking pada pemutusan jaringan transmisi tak berbeban :
Bila tegaangann antara 1 dan 2 cukup besar maka dapat terjadi restrik dalam PD, energy yang tersimpan dalam C akan didischarge kembali ke system dalam bentuk osilasi
Pada titik A terjadi restriking, akibatnya terjadi osilasi sehingga teganga mencapai titik B dan pada titik B ini terjadi lagi restriking menjadi nol. Tegangan antara 1 dan 2 dari S menjadi lebih besar lagi.
Bila ini terus terjadi maka tegangan lebih akan membahayakan system.
PD semburan udara tekan pada umumnya memiliki kemampuan bebas restriking.
PD biasanya tidak bebas restriking kecuali dilengkapi secara khusus untuk hal ini.
4.2.4.4. Pemutusan dalam keadaan out of phase
Dalam suatu sistem yang besar , dimana terdapat banyak pusat pembangkit maka dapat terjadi bahwa satu pusat pembangkit mengalami out of phase terhadap pembangkit lainnya. Oleh sebab itu maka recovery voltage ( tegangan antara kontak-kontak PD) dapat mempunyai bebrbagai nilai, tergantung dari sistem pentanahan, macam gangguan, konfigurasi sistem, dll. Kemungkinan tersebut digambarkan sebagai berikut : gambar 4.10
Kemungkinan PD harus bekerja pada keadaan out of phase saat ini berkurang karena kecepatan dari relay yang cukup tinggi. Namun demikian bila auto reclosing dipakai, kemungkinan PD bekerja pada phase yang berlawanan tetap ada.
       Data yang harus diputuskan dalam keadaan out of step 180⁰, akan mencapai setinggi- tingginya kapasitas h.s kedua sistem. Oleh sebab itu kemampuan pemutusan dari PD harus pula memperhatikan tegangan lebih ini
4.2.4.5 arus hubung singkat pada jaringan pendek
       Bentuk restriking voltage dalam keadaan gangguan kilometrik (jaringan pendek) adalah sebagai gigi gergaji dengan kecuraman s.d. 4-6 kv per microseconn (gambar 4.11)
       Berbagai macam PD mempunyai dielektrik recovery yang berbeda, sehingga kemampuan untuk mengatasi restriking voltage ini juga berbeda, misalnya PD minyak, gas atau semburan udara (gambar 4.12 (a) dan (b) )
       PD udara agak lamban dengan PD minyak
       Gambar 4.12 menunjukkan bahwa PD udara mengalami restriking
       Restriking voltage tergantung pada lokasi hubung singkat pada jaringan. sebagai ilustrasi dibawah ini digambarkan bentuk restriking voltage dan dielectric recovery untuk berbagai macam lokasi hubung singkat.
       Ganguan terjadi dekat terminal PD (arus h.s=98% I hs maksimum)
       Gangguan terjadi dilokasi dimana arus h.s=90% I hs maks
       id, dimana arus h.s=70% I hs maks
       Id, dimana arus h.s=50% I hs maks
DRV = dielectric recovery voltage
Rv = restriking voltage
Jadi dalam memilih PD, restriking voltage dari sistem mempunyai peran yang sangat penting
4.2.5. Mekanisme operasi (operating mechanisme)
       Mekanisme operasi merupakan bagian yang penting juga, dia harus dapat menutup dan membuka PD dengan cepat
       Faktor – faktor yang perlu diperhatikan dalam memilih mekanisme operasi dari PD diantaranya:
o   Daya operasi kecil
o   Gerakan yang cepat
o   Percepatan yang besar, yang segera hilang setelah kontak PD bertemu
o   Trip free.
Mekanisme operasi dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
          Operasi tangan
          Operasi selenoid
          Operasi dengan motor listrik
          Operasi dengan pegas yang digerakkan motor
          Operasi pnomatik
          Operasi tangan
Tidak digunakan untuk tegangan tinggi.
Sangat tergantung tenaga operator dan tidak reliable
       Operasi sistem dengan selenoid
Tenaga listrik elektromagnit dirubah menjadi tenaga mekanis, sederhana, ada kekurangan – kekurangan :
      • Konsumsi daya lebih besar
      • Gerakan lamban
      • Percepatan mula rendah prcepatan tinggi pada akhir gerakannya
      • Kurang sesuai untuk tegangan tinggi
Operasi dengan motor listrik
Sebuah motor AC atau DC memutar plunyer yang menggerakkan PD tanpa akumulasi tenaga. Konsumsi daya adalah kecil, tapi operasinya lamban.
Operasi dengan pegas yang digerakkan motor
Pegas ditegangkan dengan motor, dan dilepaskan untuk mengoperasikan PD. Waktu operasi hanya tergantung dari kekuatan pegas, dan tidak tergantung pada waktu menegangkan pegas. Kecepatannya dapat mencapai 5 cycle.
Keuntungannya:
    1. Waktu pemutusan adalah konstant
    2. Daya yang diperlukan adalah kecil
    3. Dapat dioperasikan secara manual (penegangan pegas)
    4. Perawatan ringan
Operasi pnomatik
Daya yang diperlukan untuk operasi PD diperoleh dari tenaga potensial udara tekan.
Keuntungan :
    • Kecepatan tinggi
    • Baik untuk recloser, sebab bagian bagian yang bergerak dapat bergerak kearah yang berlawanan sebab ringan
    • Pada air blast C.B udara tekan yang sama dapat dipergunakan sebagai mekanisme operasi dan pemadaman busur api.


SUSUNAN GARDU INDUK



Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam penentuan susunan gardu induk
  Sederhana
  Kemudahan dalam operasi dan perawatan
  Dapat mengatasi keadaan darurat (sistim cadangan)
  Flexibel = mudah menampung perluasan dan penyesuaian yang diadakan dikemudian hari
  Biaya murah
Susunan suatu gardu induk juga tergantung faktor berikut:
  Tenaga kerja
  Fungsi gardu induk
  Keandalan
Susunan Gardu Induk
  Jumlah jaringan suplai
  Jumlah trafo daya
  Jumlah jaringan primer
  Jumlah pemutus daya
  Jumlah saklar pemisah
Gardu Induk Sederhana
  Terdiri dari
            1.         Satu jaringan subtransmisi
            2.         Satu trafo daya


  ST        : Jaringan subtransmisi
  SP        : Saklar pemisah
  TR       : Trafo daya
  PD       : Pemutus daya
  SPB     : Saklar pemisah by pass
Trafo Daya
  Dapat terdiri dari trafo fasa tunggal atau trafo tiga fasa.
  Trafo fasa tunggal :
  Mudah dalam transportasi
  Cadangan relatif kecil
  Dapat beroprasi delta terbuka
  Relatif mahal dibanding dengan trafo fasa-3
  Trafo fasa tiga :
  Kompak, kecil, lebih murah (Rp/KVA) dibanding dengan trafo fasa tunggal
  Kadang-kadang sulit dalam pengangkutan bagi trafo-trafo yang besar
Pengaturan Tegangan
  Ada dua cara yang dapat digunakan dalam mengetur tegangan Gardu Induk yaitu
1.      Pengaturan pada trafo daya, yang dilakukan baik dalam keadaan tanpa beban (off-load) atau berbeban (on-load) dapat secara manual atau automatik
2.      Pengaturan tegangan pada jaringan primer dengan auto-trafo


  Cara 1 dilakukan bila jaringan primernya sedikit jumlahnya, dan memerlukan pengeturan yang sama
  Cara 2 dilakukan bila jaringan primernya banyak jumlahnya dan memerlukan pengaturan yang berbeda-beda
Pemutus Daya Jaringan
  PD dapat memutus arus beban maupun arus hubung singkat, dan biasanya dilengkapi dengan rele arus lebih. Kadang-kadang dilengkapidengan peralatan recloser terutama dalam hal dimana kesalahan yang terjadi sering merupakan kesalahan yang tidak permanen.
Saklar Pemisah

  • Disconnecting switch atau pemisah (Pms) suatu peralatan sistem tenaga listrik yang berfungsi sebagai saklar pemisah rangkaian listrik tanpa arus beban (memisahkan peralatan listrik dari peralatan lain yang bertegangan), dimana pembukaan atau penutupan Pms ini hanya dapat dilakukan dalam kondisi tanpa beban.

  • Penempatan Pms terpasang di antara sumber tenaga listrik dan Pmt (Pms Bus) serta di antara Pmt dan beban (Pms Line / Kabel) dilengkapi dengan Pms Tanah (Earthing Switch). Untuk tujuan tertentu Pms Line / Kabel dilengkapi dengan Pms Tanah. Umumnya antara Pms Line/Kabel dan Pms Tanah terdapat alat yang disebut interlock.


Penempatan PD dalam Jaringan


Keandalan
  Gardu Induk sederhana ini akan tidak dapat melayani beban bila terjadi gangguan di transmini atau di trafo. Oleh sebab itu untuk meningkatkan keandalan, maka diusahakan agar Gardu Induk disuplai dari dua jurusan oleh dua jaringan subtransmisi, atau oleh dua jaringan subtransmisi paralel
Gardu Induk Distribusi-disuplai dua jaringan (secara bergantian)
            Suplai ganda ini adalah untuk meningkatkan keandalan atau mengurangi down time ketika terjadi gangguan pada jaringa subtransmisi.
            Pemindahan pelayanan dari subtransmisi satu ke subtransmisi lainnya dilakukan dengan saklar pemutus disisi tegangan tinggi. Saklar pemutus ini harus dilengkapi dengan sistim interlock dengan pemutis daya disisi tegangan rendah.


Gardu Induk dengan Trafo Daya Ganda
  Untuk mencegah gangguan pelayanan yang terlalu lama bila terjadi gangguan  di trafo maka dipergunakan dua trafo daya atau lebih.
  Kapasitas dari satu trafo daya dan satu saluran subtransmisi harus cukup besar sehingga dapat memikul beban seluruhnya bila salah satu trafo dan subtransmisinya mengalami gangguan.
Gardu Induk dengan Pelayanan Otomatis
  Operasi otomatis ini dapat diterapkan untuk GI dengan satu trafo atau dengan trafo ganda, yaitu dengan mempergunakan pemutus daya sebagai pengganti saklar pemisah disisi tegangan tinggi.


Gardu Induk dengan Suplai Paralel
  Dalam GI ini kedua suplai bekerja bersama. Trafo dan transmisi sebagai satu unit. Pemutus daya dilengkapi directional relay disamping arus lebih. Bila terjadi gangguan disalah satu trafo atau subtransmisi, GI masih dapat dilayani oleh jaringan yang satunya.



Gardu Induk dengan Rel Daya Ganda

  Ada beberapa bentuk/susunan GI dengan rel daya ganda :
1.      Salah satu bentuk adalah rel ganda dengna satu buah PD (per sirkuit)
Dalam keadaan normal maka semua jaringan disambung pada rel daya utama. Bila terjadi gangguan di rel daya utama tegangan tinggi, maka semua pemutus daya akan membuka. Pengembalian layanan dilakukan dengan memindahkan semua saklar pemisah ke rel cadangan dan selanjutnya PD subtransmisi ditutup kembali
2.      GI rel daya ganda dengan trafo yang melayani beban terpisah.
Kapasitas GI dapat ditingkatkan terus tanpa ada kemungkinan PD disisi tegangan rendah dilampaui kapasitas pemutusnya. Kerugian disini adalah bahwa tiap-tiap trafo bekerja sendiri-sendiri, flexibilitas dalam memanfaatkan diversity dari masing-masing beban tidak ada. Bila satu trafo terganggu,maka beban trafo tersebut dapat dilayani oleh trafo cadangan.
3.      Gardu Induk Rel Ganda dengan PD Gandu
Gardu induk terdahulu menggunakan satu PD untuk setiap saluran, sehingga pemindahan dari satu rel ke rel daya lainnya membutuhkan waktu karena dikerjakan secara manual. Untuk mempercepat pemulihan pelayanan dapat dipergunakan dua PD setiap saluran.


PD penghubung Rel (bus coupler) dan SP by pass
  Pada GI rel ganda satu PD kadang-kadang dipergunakan PD penghubung rel dan SP by pass
  Dengan PD penghubung rel ini, dapat dilakukan pemindahan saluran dari satu rel ke rel lainnya pada keadaan berbeban. Tanpa PD ini maka pemindahan saluran dapat dilakukan dengan membuka PD saluran. Hal ini mungkin perlu, misalnya untuk melakukan perawatan rel. SP by pass dipergunakan bila diinginkan merawat atau memeriksa PD tanpa memutuskan layanan beban.


Gardu Induk dengan PD Satu Setengah
  Untuk mengurangi biaya investasi bagi pemutus daya maka jumlah PD untuk setiap dua rangkaian pada GI rel ganda PD ganda dikurangi sebuah, sehingga untuk dua rangkaian dipergunakan 3 buah PD
  GI satu setengah PD ini mempunyai keandalan yang praktis sama dengan PD ganda, dan dipakai untuk GI step up dan GI transmisi, tetapi jarang dipakai untuk GI distribusi.
  Dengan satu setengah PD diperoleh GI yang lebih murah dibandingkan dengan GI 2 PD, dengan keandalan dan waktu pemulihan yang sama.